BRMP Sulawesi Barat Ikuti Apel Nasional Percepatan Swasembada Pangan Bersama Menteri Pertanian
MAMUJU— Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggelar Apel Nasional Bersama Menteri Pertanian RI dalam rangka Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia dan diikuti oleh lebih dari 45 ribu peserta mulai pukul 08.00 WITA.
Di Sulawesi Barat, seluruh pegawai Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) turut berpartisipasi aktif dalam apel ini. Selain itu, perwakilan kelompok tani dari berbagai daerah di Indonesia juga bergabung secara daring, menandai kuatnya komitmen lintas wilayah untuk mempercepat terwujudnya kedaulatan pangan nasional.
Dalam arahannya, Menteri Pertanian RI, Dr. Amran Sulaiman, memberikan penekanan khusus kepada para PPL yang kini resmi menjadi bagian dari Kementerian Pertanian. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras para penyuluh dan petani yang telah berkontribusi besar terhadap keberhasilan capaian swasembada beras.
“Keberhasilan capaian swasembada beras adalah hasil kerja keras Bapak/Ibu semua. Mulai hari ini, PPL menjadi ujung tombak Kementerian Pertanian dalam memastikan setiap program benar-benar menyentuh petani secara langsung,” tegas Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian juga memberikan peringatan tegas terkait potensi penyimpangan dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ia mengimbau agar seluruh jajaran segera melaporkan apabila ditemukan pungutan liar atau permintaan fee dalam proses distribusi bantuan melalui layanan “Lapor Pak Amran!” yang telah disediakan.
Lebih jauh, ia menyampaikan harapan besar agar bergabungnya PPL ke dalam struktur Kementerian Pertanian dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional dalam waktu sesingkat-singkatnya, selaras dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sesi dialog interaktif turut memberi warna dalam apel nasional ini. Tiga peserta dari berbagai daerah berkesempatan menyampaikan pertanyaan sekaligus menyampaikan salam hormat dari para petani Indonesia kepada Presiden RI dan Menteri Pertanian. Mereka juga menyampaikan apresiasi atas dua kebijakan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh petani, yakni kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah menjadi Rp 6.500/kg dan penurunan harga pupuk subsidi hingga 20%.Kebijakan tersebut dinilai memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan mendorong semangat mereka dalam meningkatkan produktivitas.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah pusat, penyuluh, dan petani kembali ditegaskan sebagai kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada secara berkelanjutan. BRMP Sulawesi Barat menyatakan siap mendukung penuh langkah percepatan tersebut melalui penguatan layanan, pendampingan, serta modernisasi pertanian di tingkat tapak.